cerita islami di kutip oleh iqball dari dari buku Lentera Hati, karya M. Quraish Shihab
Mei 21, 2008 link426
CALON PENGHUNI SURGA
Pada suatu hari, takkala Nabi Mihammad SAW. Sedang duduk-duduk dan berbincang-bincang bersama para sahabatnya di meslid, tiba-tiba Nabi Muhammad SAW besabda: “sebentar lagi seorang penghuni surga akan dating kemari.”
Mendengar ucapan Rosulullah SAW tersebut, semua pandangan dari para sahabat tertuju ke pintu mesjid. Mereka menduga penghuni surga itu tentu seorang yang luar biasa.
Tidak lama kemudian masuklah ke dalam mesjid seseorang yang wajahnya masih basah dengan air wudhu, sambil menjinjing alas kaki. Apa gerangan keistimewaan orang itu, sehingga Rosulullah SAW menjamin masuk surga? Anehnya tidak seorangpun dari para sahabat yang bertanya, walaupun mereka sebenarnya ingin mengetahui jawabannya.
Keesokan harinya, yaitu hari kedua dan ketiga, kejadian itu berulang kembali. Pada hari kedua dan ketiga Nabi Muhammad SAW tetap bersabda bahwa orang itu calon penghuni surga.
Abdullah Ibnu Umar (sahabat Nabi Muhammad SAW) penasaran. Beliau ingin melihat langsung apa yang dilakukan oleh calon penghuni surga itu sehari-harinya. Abdullah Ibnu Umar mendatangi rumah calon penghuni surga itu, dan beliau meminta izin untuk tinggal di rumah orang itu selama tiga hari tiga malam.
Selama tiga hari tiga malam Abdullah Ibnu Umar memprhatikan, mengamati, bahkan mengintip apa-apa saja yang dipebuat oleh calon penghuni surga itu, tetapi ibadah khusus seperti sholat malam dan puasa sunah tampaknya calon penghuni surga itu tidak mengerjakannya. Hanya saja kalau ia terbangun dari tidurnya terdengar ia menyebut nama Allah SWT (zikir) di tempat tidurnya, tetapi itu hanya sejenak saja, dan tidurnya pun berlanjut.
Pada siang hari si calon penghuni surga itu bekerja dengan tekun. Ia ke pasar, sebagaimana halnya orang lainnya yang pergi kepasar. “Pasti ada sesuatu yang disembunyikan atau aku tidak sempat melihatnya apa yang dilakukan penghuni surga itu, aku harus berterus terang kepadanya.” Demikian ucapan Abdullah Ibnu Umar dalam hatinya.
“Apa yang anda perbuat sehingga anda mendapatkan jaminan surga?” Tanya Abdullah. “Apa yang anda lihat itulah.” Jawab penghuni surga.
Dengan kecewa Abdullah Ibnu Umar bermaksud kembali saja kerumahnya, tetapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh si penghuni surga seraya berkata: “Apa yang anda lihat itulah yang saya lakukan, ditambah sedikit lagi yaitu saya tidak pernah merasa iri hati terhadap seseorang yang dianugrahi nikmat oleh tuhan. Tidak pernah juga saya melakukan penipuan dalam segala kegiatan saya.
Dengan menundukan kepala Abdullah meninggalkan si penghuni surga sambil berkata, “Rupanya yang demikian itulah yang menjadikan anda mendapat jaminan surga.
Kisah ini disadur dari buku Lentera Hati, karya M. Quraish Shihab
Entry Filed under: Tak Berkategori dan yang sudah ditandai: cerita islami
Tinggalkan sebuah Komentar
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>